Jumat, 03 Desember 2010

Afwan Deh, Ustadzah

Pagi telah tiba, Afnia berlari menuju kelas tempatnya ujian dengan tergesa-gesa. Sesampainya di depan kelas, Arni, Ana, dan Amanda sudah tiba lebih awal. Arnia tersenyum kecut melihat Ustadzah Sarah yang sudah datang sebelum ia tiba.
" Ni, anti kemana aja, sih, Ustadzah Sarah sudah nunggu dari tadi tuh," ucap Amanda kesal, membayangkan ia yang akan menghadapi ujian lisan lebih dulu kalau Afnia belum datang. Afnia yang hanya nyengir menjawab pertanyaan Manda.
" Biasa, Nda, bangun telat, hammam ngantri, hehe," ucap Nia dengan wajah tanpa dosa. Dari dalam kelas, Ustadzah Sarah memanggil nama Nia. Nia dengan wajah panik dan gugup memasuki kelas dengan takut dan ragu.
" Ijlisii," ucap Ustadzah Sarah mempersilahkan Nia untuk duduk di depannya. Nia hanya mengangguk pelan dengan senyum gugup. Ia berusaha mengingat-ingat kembali pelajaran yang ia pelajari semalam suntuk. Ustadzah Sarah memulai dengan menanyakan nama, asal, dan berbagai percakapan awal dengan bahasa Arab.
Pertama-tama Nia bisa menjawab semua pertanyaan Ustadzah Sarah dengan lancar, hingga masuk pelajaran, Nia mulai kelimpungan. Pelajaran pertama yang ditanyakan adalah Ta'bier. Nia menjawab semua pertanyaan dengan bahasa Arab yang tersendat-sendat karena terlalu gugup. Setiap ia tidak tahu, ia hanya tersenyum-senyum sambil sedikit merajuk pada Ustadzah Sarah.
Tiba saat Ustadzah menguji pelajaran Muthola'ah, hafalan Nia langsung ngeblank, di dalam hatinya, dia terus menyalahkan dirinya sendiri, kenapa bisa-bisanya dia tidak menghafal benar-benar pelajaran Mutho'laah.
Ustadzah Sarah yang melihat ketidakmampuan Nia dalam menjawab, langsung mengganti pertanyaannya dengan pelajaran-pelajaran yang lain. Alhasil, hafalan Nia makin memudar dari otaknya, dia hanya bisa nyengir-nyengir tanpa dosa.
Ustadzah Sarah menggelengkan kepalanya ketika melihat tindak-tanduk Nia. Saat masuk pelajaran menerjemahkan Bahasa Indonesia ke Arab, Nia masih kehilangan hafalannya karena terlalu gugup.
" Al'aan tarjamah, ' maafkan saya Ustadzah, saya lupa' , tafadholii," tanya Ustadzah Sarah. Nia yang sudah gugup dan hanya mempunyai kosakata Bahasa Arab yang minim, langsung saja nyeletuk,
" Afwan deh, Ustadzah, ane ansya' hehe," ucap Nia sambil cengengesan. Ustadzah Sarah pun tersenyum geli mendengar jawaban Nia. Akhirnya, Nia mengakhiri ujian lisannya dengan nasihat-nasihat dari Ustadzah Sarah.
Setelah Nia keluar ruangan dan menceritakan ujian tadi pada teman-temannya, mereka pun tertawa terbahak-bahak hingga sulit berhenti, dan Nia menjadi sangat malu.
" Makanya, Ni, belajar yang benar," Ucap Manda sambil berusaha mengakhiri tawanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar